Badan Pengelola Keuangan Pendapatan & Aset Daerah • Kabupaten Pakpak Bharat
BPKAD Kab. Pakpak Bharat
Hubungi KamiTentang Kami
Artikel

Puncak Perayaan Natal OIKUMENE Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2014

Diposting: Senin, 29 Desember 2014

RANGKAIAN ACARA DIISI DENGAN AKSI SENTUHAN NATAL DAN PERLOMBAAN PESPARAWI

Lapangan Napasengkut, Salak, sudah mulai ramai dipenuhi oleh manusia semenjak siang dan menjelang acara dibuka sore harinya, lokasi acara ini sudah dipenuhi ribuan umat Kristiani dari seluruh penjuru Kabupaten Pakpak Bharat yang akan merayakan Natal Oikumene tahun 2014 pada Senin (22/12). Dengan mengambil tema ‘Aku akan memberikan damai sejahtera di dalam negeri’ (Imamat 26:6) serta subtema ‘Dengan semangat Natal Oikumene Kabupaten Pakpak Bharat, marilah kita hidup rukun dengan saling melayani satu dengan yang lain menuju kininduma’, terasa bahwa kedamaian tercipta untuk semua.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, yang hadir dengan didampingi, Ny. Made Tirta RY Berutu, S.Sos, tak lupa mengajak seluruh umat bersyukur dengan apa yang telah dilimpahkan Yang Maha Kuasa kepada umatnya. “Syukur adalah kata kunci bagi umat beragama, baik itu berupa keberhasilan ataupun kegagalan yang kita capai dalam kehidupan, karena Tuhan adalah penentu jalan hidup kita”, ucap Bupati.

Dihadapan seluruh undangan, termasuk Ketua dan jajaran DPRD, perwakilan Muspida, Sekda beserta Ibu Yetty Holler Sinamo, para pimpinan SKPD, pimpinan instansi vertikal dan pemuka-pemuka masyarakat, tak lupa Bupati mengajak seluruh komponen bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. “Semoga diakhir tahun ini Pakpak Bharat berada dalam suasana kedamaian dimana kepolisian dan TNI menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan dan ketertibannya”, sebut Bupati lebih lanjut.

Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Sonni Berutu, S.Th dalam sambutannya juga mengungkapkan tentang pentingnya unsur kedamaian dalam sendi-sendi kehidupan manusia. “Termasuk juga mengkritisi sebagaimana yang dilakukan wakil rakyat di Kabupaten ini, diupayakan dengan suasana penuh kedamaian. Artinya, apapun yang kita laksanakan dengan kedamaian, akan membawa berkah bagi semua”, kata Sonni lagi.

Pendeta Mangara Sinamo yang mengisi khotbah pada acara Natal Oikumene ini juga menekankan pentingnya kedamaian. “Damai itu bisa dilakukan secara vertikal kepada Sang Pencipta, dan bisa dilakukan secara horizontal kepada orang disekitar kita, termasuk suami ataupun istri serta tetangga-tetangga kita. Itulah makna damai yang dapat membawa kesejahteraan bagi semua sebagaimana tema Natal kali ini”, jelas beliau dalam khotbahnya.

Ketua Panitia Natal Oikumene, Drs. Losmar Berutu, MM, saat dikonfirmasi dengan didampingi Ka. Bagian Humas Setda, Kastro Manik, S.Sos menyampaikan bahwa perayaan natal kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kali ini dilaksanakan mulai sore sampai dengan malam hari. “Ini bermaksud untuk menimbulkan rasa khidmat bagi seluruh peserta dalam memperingati kelahiran Juru Selamat di bumi. Apalagi temaram cahaya lilin semakin berpendar sehingga menambah keindahan perayaan suasana natal kali ini”, terangnya. Dalam acara ini diisi juga dengan hiburan lagu-lagu kristiani dari artis ibukota, Joel Simorangkir dan Tio Fanta Pinem, serta diisi fragmen oleh para siswa. Pada akhir acara Bupati memberikan bingkisan hadiah kepada para pemenang perlombaan Pesparawi dan perlombaan vokal solo.

PEMBERIAN AKSI SENTUHAN NATAL DAN PERLOMBAAN PESPARAWI

Sebelumnya pada perayaan natal kali ini juga diisi dengan aksi sentuhan natal berupa pemberian tali kasih oleh Bupati Pakpak Bharat kepada para siswa/i SLB Negeri 1, Kecupak dan para pasien RSUD Salak. Aksi sentuhan natal dilakukan dengan membagi paket yang berisi beberapa barang sembako yang dibutuhkan dan Buku Cerita Bergambar Bobo kepada 39 orang siswa SLB Negeri 1 Salak langsung oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pakpak Bharat Ny. Made Tirta Remigo Yolando Berutu, S.Sos, Kamis (18/12).

Raut bahagia terpancar dari wajah siswa dan orang tua siswa karena mereka merasa bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian khusus kepada mereka. Rasa bahagia atas perhatian pemerintah terhadap sekolah SLB Negeri 1 Salak ini juga diungkapkan oleh kepala sekolah M. Hendra Saragih, S.Pd dengan mengucapkan terimakasih kepada Bupati atas program-program yang berpihak pada siswa yang berkebutuhan khusus salah satunya yaitu menyediakan becak antar-jemput.

Kegiatan aksi sentuhan natal Oikumene Kab. Pakpak Bharat tahun 2014 dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Salak. Disana Bupati dan Ibu di dampingi oleh panitia natal oikumene kab. Pakpak Bharat melakukan komunikasi dengan pasien mengenai kondisi pasien, pelayanan yang diberikan petugas dan doa bersama untuk kesembuhan pasien serta membagikan paket aksi sentuhan natal.

Perayaan natal juga dimeriahkan dengan Perlombaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang dilaksanakan di GKPPD Salak Kota hari Sabtu (20/12). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dan turut dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah Drs. Holler Sinamo MM, Muspida Plus, Para Kepala SKPD, para pimpinan gereja, dewan juri dan para peserta kontingen dari kecamatan.

Saat sambutannya Bupati mengatakan, bahwa setiap tahun jumlah peserta Pesparawi harus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya sehingga dapat menunjukkan makna keimanan dari pesparawi tertanam di dalam hati kita masing-masing. “Kegiatan ini harus dinikmati dengan penuh syukur, sukacita dan berfokus pada kemuliaan Tuhan bukan untuk merebut juara karena ajang ini merupakan pesta, walaupun terdapat kompetisi didalamnya”, sambung Bupati.

Lebih lanjut bupati menyampaikan bahwa pesparawi merupakan sarana efektif bagi umat kristiani untuk berpartisipasi aktif membangun Kabupaten Pakpak Bharat dalam bidang moral, etika dan spiritual. “Maka apa pun hasil dari kegiatan ini, harus diterima dengan ikhlas. Karena Bersyukur adalah sebuah bukti Tuhan hadir di hati dan tempat kita”, ujar Bupati saat menutup sambutannya.

Ketua panitia Jalan Berutu, S.Pd, MM menyampaikan Pesparawi tingkat kabupaten ini dimeriahkan oleh perlombaan dengan kategori Koor Camuran, Koor Pria, Vokal Solo usia 10 s/d 13 Tahun, Vokal solo usia 14 s/d 18 Tahun, serta Vokal Group usia 15 s/d 18 tahun yang berasal dari tujuh kontingen yakni Kecamatan Salak, Kecamatan Kerajaan, Kecamatan STTU Jehe, Kecamatan STTU Julu, Kecamatan Tinada, Kecamatan PGGS dan Kecamatan Siempat Rube.